Selasa, 09 Mei 2017

Teknologi Perintah Suara dalam Al-Quran

Pengenalan perintah suara, dalam istilah bahasa inggris disebut automatic speech recognition (ASR). Ialah satu sistem yang memungkinkan perangkat untuk mengenali dan memahami kata-kata atau suara.
Hasil dari identifikasi kata atau suara yang diucapkan dapat ditampilkan dalam bentuk tulisan atau dapat dibaca oleh perangkat teknologi sebagai sebuah komando atau perintah untuk diproses menjadi suatu pekerjaan.[1]
Secara singkat cara kerja teknologi perintah suara ada 3, yaitu:
  1. Input data suara
  2. Proses data atau identifikasi
  3. Output berupa pekerjaan atau tindakan
Lalu, apa hubungan teknologi ini dengan kaum Muslimin?

Bukan di Tangan Kaum Muslimin
Penulis ingin menyampaikan bahwa saat ini teknologi tersebut tidak berada di tangan kaum Muslimin. Bermacam perusahaan besar yang dimiliki oleh non muslim sedang berlomba-lomba untuk mengembangkannya. Ada Google, Apple, Microsoft, dll.
Padahal sesungguhnya di tangan kaum Musliminlah teknologi tersebut seharusnya berada. Di tangan kaum Musliminlah teknologi tersebut seharusnya dikembangkan dan bahkan di tangan kaum Musliminlah seharusnya semua teknologi dikuasai.

Teknologi Gelombang Suara Sudah Ada di dalam Al-Qur’an
Para pembaca yang dirahmati Allah ‘Azza Wa Jalla, mengapa penulis menyatakan demikian?
Sebab kunci untuk menguasai teknologi tersebut ada di dalam kitabullah dan sunnah Rasulullah -Shollallau ‘Alaihi Wa Sallam- yang notabene dimiliki oleh kaum Muslimin.
وَنُفِخَ فِي ٱلصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخۡرَىٰ فَإِذَا هُمۡ قِيَامٞ يَنظُرُونَ ٦٨
“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)” (QS. Az-Zumar: 68)
Ibnu Jarir Ath Thobari menyebutkan salah satu pendapat tentang makna Ash Shur di dalam tafsirnya. Beliau mengutip sebuah riwayat “Bahwasannya Rasulullah -Shollallau ‘Alaihi Wa Sallam- pernah ditanya tentang (makna) Ash Shur, beliau menjawab: Terompet/sangkakala yang ditiup padanya”.[2]
Lebih lanjut Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman:
يَوۡمَ يَسۡمَعُونَ ٱلصَّيۡحَةَ بِٱلۡحَقِّۚ ذَٰلِكَ يَوۡمُ ٱلۡخُرُوجِ ٤٢
“(Yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya itulah hari keluar (dari kubur)” (QS. Qoof: 42)

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Ash Shoyhah adalah suara yang berasal dari tiupan sangkakala.
Jelaslah bagi kita bahwa sebenarnya teknologi perintah suara yang ada saat ini, mirip dengan peristiwa yang digambarkan di dalam Al-Qur’an.
Dimana saat itu ada suara tiupan sangkakala yang menjadi input data. Kemudian alam semesta memahami arti dari suara tersebut. Selanjutnya, terjadilah peristiwa yang menghancurkan alam semesta dan matilah semua makhluk yang ada.
Begitu pula dengan peristiwa kebangkitan setelah kematian. Diawali dengan tiupan sangkakala yang kedua, kemudian diikuti dengan serangkaian peristiwa bangkitnya manusia dari kuburnya.

Mukjizat Al-Qur’an
Para pembaca yang dirahmati Allah ‘Azza Wa Jalla
Jika memang benar bahwa Allah ‘Azza Wa Jalla sudah memberikan isyarat akan adanya teknologi tersebut melalui ayat-ayat suci-Nya, mengapa bukan kaum muslimin yang mendapatkan inspirasi untuk menemukan dan menguasai teknologi tersebut?
Ya, barangkali kita baru sebatas membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, dan belum mampu memahami, apalagi menggali inspirasi darinya. Padahal Al-Qur’an merupakan sumber inspirasi, karena di dalamnya ada petunjuk, rahmat dan kabar gembira dengan segala bentuk kemukjizatannya.
Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman:
وَيَوۡمَ نَبۡعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٖ شَهِيدًا عَلَيۡهِم مِّنۡ أَنفُسِهِمۡۖ وَجِئۡنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِۚ وَنَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ تِبۡيَٰنٗا لِّكُلِّ شَيۡءٖ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٗ وَبُشۡرَىٰ لِلۡمُسۡلِمِينَ ٨٩
“(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri”   (QS. An-Nahl: 89)

Para pembaca yang dirahmati Allah ‘Azza Wa Jalla
Mungkin hal ini seharusnya disampaikan puluhan tahun lalu sebelum teknologi perintah suara ditemukan. Namun, tidak ada salahnya hal ini tetap disampaikan agar kita semakin sadar bahwa kaum Muslimin harus bangkit dari tidur panjangnya.

Kaum Muslimin harus segera menguatkan fondasi imannya, berpegang teguh serta mempelajari kitabullah dan sunnah Rasul-Nya, sehingga taqwa dapat diraih.
Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman:
…. وَٱتَّقُواْٱللَّهَۖ وَيُعَلِّمُكُمُ ٱللَّهُۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ ٢٨٢
“Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS. Al-Baqoroh: 282)
Jangan pernah silau akan kemajuan teknologi yang telah dicapai oleh non muslim. Sebab sejatinya, mereka baru menemukan sebutir pasir dari sekian banyak kemukjizatan Al-Qur’an yang tersebar bagaikan hamparan di padang sahara. Semoga kita atau anak cucu kita  mampu menemukan butiran pasir lainnya.
Wallahu a’lam bis showaab



---


Al Faqir ilaa ‘afwi robbih:
Muhammad Abduh Al Baihaqi
[1] id.m.wikipedia.org/wiski/Pengenalan_ucapan
[2] Diriwayatkan oleh imam Ahmad dalam Musnad Abdullah bin Amru No.6507 dan diriwayatkan pula oleh imam Abu Dawud, At Tirmidzi dan Al Hakim. Terompet atau sangkakala di zaman nabi biasa terbuat dari tanduk kerbau.

0 komentar:

Posting Komentar

Program Terdekat

Program Terdekat

 
Blogger Widgets